Demam Berdarah Dengue di Alor Terus Mengancam, Kembali Merenggut 1 Jiwa

0
93

 

TIMORDAILY.COM, ALOR-Serangan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Alor semakin meluas dan terus mengancam masyarakat.

Jumlah penderita DBD terus meningkat, dan kembali merengut korban jiwa seorang balita di daerah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Alor, dr. Christine O.M.B. Laoemory yang dikonfirmasi Timor Daily di Kalabahi, Senin (17/2/2020) membenarkan kasus DBD di Alor terus bertambah dan kembali menelan korban jiwa.

Kadis yang disapa dr. Maya ini menyebutkan, data kasus DBD di Alor sampai tanggal 16 februari 2020 tercatat sebanyak 193 kasus. Jumlah ini termasuk dengan korban meninggal sebanyak 3 orang.

“Bulan sebelumnya ada 2 orang meninggal. Kemudian pada Kamis (13/2/2020) ada lagi seorang balita berusia 2 tahun meninggal karena DBD. Sehingga total meninggal karena kasus DBD ada 3 orang,” ungkap dr. Maya sambil menjelaskan korban yang meninggal ini saat itu berada di RSUD Kalabahi.

BACA JUGA : Janji Perbaikan Jalan Provinsi di Alor Menjadi Nyata

BACA JUGA : Agrowisata Renrua  jadi Destinasi Wisata Baru di Kabupaten Belu

BACA JUGA : Warga Belu Perbatasan RI-RDTL Kibarkan Bendera Setengah Tiang Sambut Pemulangan Jenazah Praka Yanuarius 

Menurut dr. Maya, penderita DBD di Kabupaten Alor selain di rawat di RSUD Kalabahi, juga di 10 puskesmas lainnya. Dengan kondisi ini, maka nyamuk pembawa DBD ini telah menyebar.

Untuk itu dr. Maya kembali mengingatkan agar semua pihak melakukan pencegahan dan penanggulangan dengan memperhatikan kebersihan lingkungan.

“Petugas kesehatan di Rumah Sakit dan Puskesmas siaga melakukan pengobatan terhadap penderita. Stok obat untuk sementara mencukupi. Kita semua yang lain melakukan pencegahan dengan 3M plus. Karena cuaca seperti ini menambah subur populasi nyamuk DBD itu,” tandas dr. Maya.

BACA JUGA : Sapras Bandara Kabir Alor Memenuhi Standar Pesawat Beroperasi

BACA JUGA : Organisasi Pemuda Katolik Komcab Belu Perbatasan RI-RDTL Gelar Rekonsiliasi

BACA JUGA : Hendak Cari Kayu Bakar, Ibu di Belu Perbatasan RI-RDTL Malah Temukan Bom Berbobot Ratusan Kilogram

Untuk diketahui DBD di Kabupaten Alor sebelumnya pada tanggal 19 Januari 2020 lalu telah ditetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Ini karena terjadinya peningkatan kasus dan 2 orang meninggal, serta penyebarannya cukup meluas.

Serangan DBD ini mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Alor maupun dari Pemerintah Propinsi NTT. Dinas Kesehatan Propinsi NTT dua kali turun ke Kabupaten Alor untuk membantu penangganan DBD ini.

Dinkes Propinsi NTT juga mengirimkan tiga orang dokter ahli untuk merawat penderita DBD. Dokter ahli yang dimaksud, yakni dokter penyakit anak, penyakit dalam, dan patologi klinik.(osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply