Dealer NSS Betun Lelang Motor Tanpa Persetujuan Nasabah, Kuasa Hukum; Akan Laporkan ke Polisi

0
307
Dealer NSS Betun Lelang Motor Tanpa Persetujuan Nasabah, Kuasa Hukum; Akan Laporkan ke Polisi
Ilustrasi Debt Collector

TIMORDAILY.COM, MALAKA – Pihak dealer motor NSS Betun, Kabupaten Malaka melalui dobt collectornya mengambil paksa sepeda motor milik nasabahnya lalu melelangnya tanpa sepengetahuan nasabah tersebut.

Pengambilan paksa sepeda motor tersebut tanpa melalui proses hukum terlebih dahulu dan selanjutnya dilakukan pelelangan oleh PT. Nusa Surya Ciptadana.

Penarikan motor secara paksa itu dilakukan oleh dealer NSS cabang Betun pada tanggal 22 September 2019, atas perintah PT. Nusa Surya Ciptadana beralamat Jl. Brigjen Katamso No 5 Kabupaten/Kota Jakarta Barat Provinsi DKI Jakarta sebagai penerima Fidusia yang berlaku, sejak tanggal 20/9/2018.

BACA JUGA : Terpilih Aklamasi Pimpin Immala Kupang, Verry Manek Soroti Kasus Dugaan Korupsi di Malaka

BACA JUGA : Cegah Penyebaran Corona Virus Covid-19, Pemda Belu Keluarkan Edaran ASN Tak Perlu Masuk Kantor

BACA JUGA : Wabup Belu Bentuk Gugus Antisipasi Penyebaran Covid-19

Menurut menurut nasabah atas nama Oktavianus Seldy Berek, sepeda motornya jenis Honda Beat warna hitam itu sudah dibayar pada angsuran ke 10 dan 11. Namun kemudian, debt collector atas nama Karlus sempat menyita motor jenis Beat dengan nomor polisi DH 4229 TL.

Setelah ditahan, lanjutnya, motor tersebut akhirnya berhasil ditebus Oktavianus pada tanggal 30/10/2018. Dengan demikian, sisa anggsuran sebanyak 6 bulan, yang dihitung dari lama anggsuran sebanyak 17 bulan, papar Oktavianus kepada, TIMORDAILY.COM, Senin (23/3/2020).

Anehnya, kata Oktavianus pada tanggal 22/9/2019, motor Honda Beat yang sudah ditebus itu, dirampas paksa lagi oleh debt collector, dengan tagihan Rp 17 juta, berdasarkan perjanjian multiguna tertanggal 16 Oktober 2017 dengan nilai pinjaman sebesar Rp 23,5 juta yang tertulis pada Fidusia yang berlaku, sejak tanggal 20/9/2018, yang dibuat di Jawa Tengah.

Padahal, surat peringatan atau pemberitahuan batas waktu untuk membayar tidak pernah dikirim oleh pihak Dealer NSS Betun. Sedangkan anggsuran sebanyak 11 bulan sudah dibayar lunas, dengan besarnya cicilan perbulan Rp 1.3 juta lebih, belum sempat melunasi 6 bulan angsuran. Akibat tak ada pemberitahuan setelah ada tunggakan.

Sementara itu, John Horak selaku pihak Dealer NSS betun yang terakhir dihubungi (21/3/2020) yang  juga turut hadir dalam eksekusi motor tersebut mengatakan, sepeda motor sudah dilelang.

“Nanti adik langsung ke kantor saja. Sudah lama sekali tidak diambil na,berdasarkan fidusianya jelas to,” ujar Oktavianus mengutip John Horak.

“Motor ambil di tangan nasabah, dari semenjak tarik kenapa tidak pernah tanya mengenai motor. Dikasih surat peringatan tidak mau tanda tangan, maka dikasih tunjuk Fidusia untuk eksekusi, langsung ke kantor saja. Masa motor di tarik dari tahun lalu ko sekarang baru tanya,” sambung John.

Kuasa Hukum Yulianus Bria Nahak, S.H., M.H mengatakan, masalah berhadapan dengan debt collector bukan menjadi hal baru, yang terjadi atau didengar oleh masyarakat Malaka.

Menurut Yulianus masalah yang dialami Oktavianus yang juga adalah seorang wartawan media online Sergap.id adalah korbannya  yang kesekian kalinya.

“Karena debt collector sudah sering melakukan tindakan-tindakan yang sangat meresahkan masyarakat dengan cara menarik kendaran konsumen secara paksa, tentunya hal ini sangat merugikan masyarakat yang mengalami hal seperti ini,” ujarnya.

Perlu diketahui, lanjut Yulianus, bahwa dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.130/PMK.010/2012, tentang pendaftaran lelang Fidusia bagi perusahaan. Seharusnya setiap Dealer.

“Khususnya NSS Betun harus membaca tentang aturan tersebut karena sangat penting bagi sebuah perusahaan,” tandasnya.

Lanjut Yulianus, persoalan terkait debt collector yang menarik paksa kendaraan konsumen hal ini pula melanggar Pasal 368, Pasal 365 KUHP ayat 2, 3 dan junto pasal 335, sehingga masyarakat yang mengalami hal seperti ini jangan takut, akan tetapi segera laporkan kepada pihak kepolisian dengan pasal-pasal tersebut apabila ada seorang debt collector yang manarik motor secara paksa apalagi bertingkah seperti preman untuk menakut-nakuti para konsumen.

Dikatakan persoalan yang dialami oleh seorang wartawan Sergap.id pada Tanggal 22 September 2019 yakni Oktavianus dengan kuasa hukumnya akan segera melaporkan ke Polres Malaka jika motornya benar sudah dilelang, agar permasalahan tersebut di selesaikan sesuai prosedur dan hukum yang berlaku.

Advokat muda ini juga menegaskan lagi, bahwa aksi seorang debt collektor milik Dealer NSS Betun ini diduga sudah berlebihan, yang juga merupakan suatu teror yang sangat keras bagi masyarakat, sehingga aksi seperti ini jangan dibiarkan.

Apalagi sudah jelas diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.130/PMK.010/2012.

“Sehingga aksi debt collektor seperti preman segera dilaporkan kepada pihak kepolisian, apalagi hal tersebut juga diatur dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negera Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2011 tentang pengamanan eksekusi jaminan Fidusia. Jadi jangan dibiarkan sehingga hal seperti ini tidak terjadi terus menerus di kalangan masyarakat khususnya Masyarakat Kabupaten Malaka,” tutupnya.(Jho/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply