DBD di Kabupaten Belu Kembali Merenggut 1 Nyawa, Total 6 Korban

0
94
Pasien DBD Membludak di RSUD Atambua Hingga Tidur di Lorong-lorong
Lorong RSUD MGR. Gabriel Manek digunakan sebagai tempat perawatan penderita DBD, Rabu 4/3/2020) foto by Marselino Kardoso/TIMORDAILY.COM

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA-Demam Berdarah Dengue (DBD) kini merenggut nyawa seorang bocah perempuan yang berusia lima tahun.

Tercatat DBD di daerah Perbatasan RI-RDTL ini telah menelan enam orang dalam tahun 2020.

“Tadi pagi ada satu lagi pasien (DBD) yang meninggal,” ujar  Direktur RSUD Atambua ,Mgr. Gabriel Manek, SVD, dr. Batsheba Elena Coputty, MARS melalui Kabid Pelayanan Sipri Mali via telofon seluler, Senin (15/03/2020) malam.

BACA JUGA : Oknum Pegawai Imigrasi Atambua Bersikap Arogan Saat Wartawan Meliput di RSUD

BACA JUGA : Polres Belu Segera Limpahkan Sejumlah Kasus Korupsi di Malaka Kepada Polres Malaka

BACA JUGA : Stok Masker dan Hand Sanitizer di Kabupaten Belu Mulai Langka

Kematian akibat demam berdarah, kata Sipri,dialami oleh anak perempuan berusia lima tahun asal Kelurahan Tenukiik, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu.

Dikatakannya, bertambahnya satu kasus kematian, maka total kematian akibat DBD di Kabupaten Belu menjadi enam orang.

Sipri menambahkan, untuk sementara pasien DBD di RSUD, Mgr. Gabriel Manek, SVD berjumlah 85 orang.

“Pasiennya tidak sama selalu berubah ada yang sembuh keluar, ada lagi yang baru masuk, seperti itu,” jelas Sipri.(ino/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply