Datangi Polres Belu, Araksi Pertanyakan Perkembangan Kasus Dugaan Korupsi Maek Bako

0
58
Datangi Polres Belu, Araksi Pertanyakan Perkembangan Kasus Maek Bako
Araksi datangi Polres Belu, Kamis (25/6/2020). Foto: Marselino Kardoso/TIMORDAILY.COM

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA-Ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Araksi) Alfred Baun bersama beberapa rekannya mendatangi Polres Belu memepertanyakan perkembangan kasus dugaan korupsi Maek Bako yang sementara ditangani Penyidik Polres Belu, Kamis (25/06/2020).

“Kami datang mempertanyakan perkembangan penyelidikan kasus Maek Bako yang sementara ditangani Polres Belu. Kita ingin memantau langsung perkembangan kasus ini seperti apa,” kata Ketua Araksi, Alfred Baun kepada media ini.

Menurutnya, pihaknya ingin mengetahui hambatan dalam ditemui Polres Belu. Pasalnya, penanganan kasus dugaan korupsi Maek Bako dinilai lambat.

BACA JUGA : Tiga Bulan Berlalu, Kasus Dugaan Korupsi Maek Bako di Polres Belu Masih Tahap Penyelidikan, Ini Penjelasan Polisi

BACA JUGA : Lagi, Penyidik Polres Belu Panggil Staf Keuangan dan Warga Terkait Maek Bako

BACA JUGA : Proyek Maek Bako Kabupaten Belu – 20 Poktan Disebut Ikut Menanam di Hutan Jati Nenuk Termasuk Poktan Pancing Mania

Alfred Baun menjelaskan, dari pertanyaan tersebut, Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar  mengatakan proses penanganan kasus dugaan korupsi ini sementara berjalan. Sejauh ini, pihak Polres Belu dalam tahapan mengumpulkam data dan saksi.

Alfred Baun menandaskan, untuk penanganan kasus ini, Kasat Reskrim Polres Belu juga meminta kerjasama dengan Araksi dalam mengungkapkan dugaan korupsi di Kabupaten Belu ini.

“Kasat Reskrim minta kita bekerjasama, kami dari Araksi siap bekerjasama dengan Polres belu dalam mengungkap dugaan Korupsi Maek Bako ini,” jelasnya.

Selain itu, Araksi juga meminta agar pihak Polres Belu serius dalam menangani dugaan Kasus korupsi Maek Bako yang merugikan Negara ini.

Apabila persoalan dugaan korupsi Maek Bako di Kabupaten Belu ini tidak serius ditangani Pihak Polres, Araksi akan melaporkan kasus ini ke Polda NTT.

“Dari Polres belum ada kesimpulan naik atau tidak. Kalau kasus ini di-setop kita akan tarik ke Polda,” tegas Alfred.

BACA JUGA : Apa Kabar Maek Bako Sebagai Program Unggulan Bupati Belu?

BACA JUGA : Proyek Maek Bako Kabupaten Belu – Penyidik Tipikor Polres Belu Lakukan Pendalaman Kumpulkan Bahan dan Keterangan 

BACA JUGA : Ahli Pertanian Pastikan Maek Bako Rp 1,4 Miliar di Hutan Jati Nenuk Gagal, Ini Penjelasannya

Seharusnya, tambah Alfred, pemerintah Kabupaten Belu harus memberi support kepada penyidik dalam menangani kasus dugaan Korupsi Maek bako yang terjadi.

“Ini program pemerintah yang gagal, seharusnya pemerintah  beri support kepada Polres Belu untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi ini,” pungkas Alfred.

Untuk diketahui Araksi sendiri merupakan suatu Aliansi Rakyat anti Korupsi yang selama ini aktif membantu pihak penegak hukum dalam memberantas korupsi di NTT.(ino/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat