Dampak Covid-19 di Kabupaten Alor, Ibu Rumah Tangga “Serbu” Bulog

0
82
Dampak Covid-19 di Kabupaten Alor, Ibu Rumah Tangga
Kepala Kantor Bulog Capem Kalabahi, Elita Mautang menunjukkan beras Ketahanan fisik fortivit

TIMORDAILY.COM, ALOR – Dampak dari coronavirus disease 2019 (covid-19) sehingga warga masyarakat lebih memilih berdiam diri dirumah, membuat ibu-ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Alor, khususnya di Kota Kalabahi “menyerbu” atau mendatangi gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) di Kabupaten Alor untuk membeli stok bahan makanan.

Bukan saja beras yang dibeli, namun tepung terigu, minyak goreng, bawang merah dan putih, serta telur laris manis diborong IRT.

Kepala Kantor Bulog Cabang Pembantu Kalabahi, Elita Mautang kepada Timor Daily di Kalabahi, Selasa (31/3/2020) mengatakan, masyarakat atau IRT dalam dua pekan terakhir di bulan Maret ini datang langsung ke Kantor Bulog untuk membeli bahan makanan.

Menurut Mautang, peningkatan pembelian oleh masyarakat ini semakin hari semakin naik karena semakin banyak warga yang telah mengetahui bahwa Bulog juga menyiapkan bahan kebutuhan lainnya selain beras.

Demikian pula, ungkap Mautang, harga jual di Bulog juga dibawah dari harga jual pedagang di pasar.

“Kami siapkan beras dengan harga Rp 8.500 perkilo. Ada minyak goreng Rp 13.000 perliter, ada juga bawang putih dan merah, serta telur dan telur yang harganya dibawah dari harga di pasar,” jelas Mautang.

Mautang melanjutkan, Bulog Alor memiliki stok yang cukup untuk mengantisipasi masa darurat virus corona ini maupun antisipasi kebutuhan untuk hari raya Paskah dan Idul Fitri.

“Stok beras yang ada digudang sebanyak 1.700 ton. Ini untuk semua kebutuhan termasuk tanggap darurat dan mencukupi untuk 6 bulan kedepan. Rencana bulan april masuk lagi 300 ton. Sedangkan untuk bahan pertanian atau kebutuhan lainnya, yakni telur, bawang dan lainnya stoknya terbatas,” tandas Mautang.

Mautang menambahkan, akibat dampak dari corona ini, sehingga operasi pasar yang sebelumnya di gelar dipasar-pasar dan sejumlah wilayah di kecamatan sementara dihentikan.

Hal ini agar menghindari kerumunan, namun apabila ada masyarakat atau kelompok yang membutuhkan bisa menghubungi atau mengontak melalui ponsel dan bulog melayani dengan mengantar langsung.

Jual Beras Untuk Ketahanan Fisik

Mautang melanjutkan, ditengah dampak mewabahnya virus corona ini, pihak Bulog juga menyiapkan sebuah beras spesial dengan brand Fortivit. Beras ini merupakan beras kualitas, baik dari segi rasanya maupun khasiatnya.

Menurut Mautang, beras ini stoknya terbatas, dan saat ini stoknya digudang bulog hanya sebanyak 3 ton.

Mautang mengatakan, masyarakat belum banyak mengetahui beras ini, namun sudah ada satu, dua masyarakat dan pegawai-pegawai di Kantor tertentu yang datang membeli.

“Harga beras ketahanan fisik ini harganya sedikit mahal, yakni perkilogram Rp 20.000. Proses masaknya tidak perlu dicuci,” jelas Mautang sambil mengatakan beras ini sangat cocok untuk masa-masa seperti ini virus corona.

Mautang menandaskan, beras Fortivit ini cocok dimakan untuk semua kalangan, mulai dari bayi hingga orangtua. (osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat