Dampak Corona, 4 Kapal Pesiar Batal ke Alor

0
124
Kapal Pesiar Le Laperouse membawa wisatawan mancanegara berkunjung ke Alor pada tahun 2019 lalu. Foto: Okto Manehat/TIMORDAILY.COM

TIMORDAILY.COM, ALOR-Empat Kapal Pesiar yang membawa wisatawan asing batal mengunjungi Kabupaten Alor.

Hal ini merupakan dampak dari antisipasi atau tindakan pencegahan masuknya virus penyakit Corona di Kabupaten Alor.

Genetal Manager (GM) PT. Pelindo III Kalabahi, Danang Widyatmoko kepada Wartawan di Kalabahi, Rabu (18/3/2020) mengatakan, berdasarkan jadwal kedatangan kapal pesiar ke Kabupaten Alor dalam tahun 2020 sebanyak 7 kali.

Dari jumlah itu, ungkap Danang, selama bulan Januari sampai April nanti sebanyak empat kapal pesiar dibatalkan kedatangannya, sedangkan 1 kapal sebelumnya pada bulan Januari telah masuk.

Danang melanjutkan, dengan demikian maka tinggal jadwal 2 kapal lagi yang belum dapat dipastikan bisa berkunjung atau tidak. Kedua kapal ini dijadwalkan akan datang ke Alor pada bulan Oktober dan Desember.

BACA JUGA : Melki Laka Lena Tegaskan Kawal dan Proses Oknum yang Terlibat Dugaan Korupsi Bawang Merah Malaka

BACA JUGA : Gubernur NTT Viktor Laiskodat Instruksikan Tutup PLBN, Ternyata di Motaain Aktivitas Lancar

BACA JUGA : Update : Positif Corona di Indonesia Mencapai 172 kasus, Total 5 Meninggal

“Kemarin itu 2 kapal yang batal masuk, kemudian jadwal berikutnya ada 2 kapal dalam bulan april lagi. Dua kapal untuk bulan april ini sudah dikonfirmasi batal masuk. Ini untuk antisipasi corona,” Danang menandaskan.

Danang berharap, kondisi akan corona ini bisa cepat pulih atau bisa berakhir cepat, sehingga aktivitas yang ada dapat kembali berjalan lancar.

Penumpang Kapal Pelni Diperiksa
Upaya mengantisipasi masuknya virus corona melalui pintu pelabuhan umum dilaksanakan secara ketat oleh PT. Pelindo III Kalabahi bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kalabahi.

Menurut Danang, corona sejak menjadi transmisi lokal, maka kewaspadaan yang ada termasuk di wilayah pelabuhan diperketat. Bentuk kongkritnya, untuk setiap penumpang yang turun dari kapal pelni yang menyinggahi Kabupaten Alor diperiksa. Ini dilakukan, sebab kapal ini membawa penumpang dari sejumlah wilayah, termasuk juga dari wilayah propinsi lain yang saat ini diketahui telah ada penderita corona.

BACA JUGA : Korban DBD Meningkat, Bupati Sikka Dinilai Gagal Wujudkan Hak Dasar Rakyat di Bidang Kesehatan

BACA JUGA : Update : Positif Corona di Indonesia Mencapai 172 kasus, Total 5 Meninggal

BACA JUGA : Stok Masker dan Hand Sanitizer di Kabupaten Belu Mulai Langka

“Jadi bukan kapal luar negeri saja yang kita periksa. Tetapi juga kapal Pelni kita. Penumpang dan abk yang turun, petugas kesehatan memeriksa dengan alatnya,” ungkap Danang, sambil menjelaskan, kalau untuk kapal luar negeri yang masuk, periksanya masih dilaut.

Danang mengatakan, pihaknya sudah rapat bersama dengan KKP Kalabahi untuk tindakan ini, dan KKP sendiri telah memiliki alat Thermometer Gun untuk pemeriksaan tersebut.

Selain pemerksaan, Danang menambahkan, pihaknya juga menyiapkan air dan sabun atau antiseptik bagi penumpang atau masyarakat di areal terminal pelabuhan untuk mencuci tangan.

“Kita rencana dalam 1,2 hari ini akan buat kegiatan pembersihan dan penyemprotan insektan di tempat-tempat atau benda-benda diwilayah pelabuhan yang menjadi tempat potensinya virus corona,”ujar Danang.(osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat