Cara Decky Pella Hidupkan Perpustakaan di Alor

0
60
Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Alor, Hendrik G. Pella, SH.

TIMORDAILY.COM, ALOR-Nama lengkapnya Hendrik G. Pella, SH, sering disapa Decky Pella. Lelaki berusia 50-an tahun ini sepintas perkenalan dengannya terkesan serius, tegas dan hati-hati dalam obrolan.

Namun semakin lama terlibat dalam perberbincangan dengannya diskusi semakin menarik, pikiran cerdas, bernas dan rasional ditumpahkan dari otaknya, apalagi tema yang dibahas berkaitan dengan tupoksi (tugas, pokok, dan fungsi) kerjanya.

Belum lama ini kurang lebih 3 bulan berjalan, pria sederhana jebolan Fakultas Hukum Undana ini dipercayakan oleh Pemerintahan Bupati Alor, Drs. Amon Djobo dan Wakil Bupati, Imran Duru, S.Pd, M.Pd untuk mengurus Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Instansi ini memang sudah lama ada, namun belum familiar atau viral ditengah masyarakat akibat berbagai keterbatasan yang ada.

Penunjukan Decky untuk mengurus instansi itu tentu punya pertimbangan strategis Bupati Djobo, bahwa ia melihat sosok Decky adalah orang yang tepat untuk mengelola satker tersebut, Decky mampu menciptakan iklim kerja yang profesional dan bisa “memviralkan” instansi tersebut ditengah masyarakat untuk menjawab program nasional dan daerah berkaitan dengan gerakan literasi dan pentingnya penataan kearsipan untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat.

BACA JUGA : Dinkes Provinsi NTT Kirim Tim Periksa Pasien Status PDP Corona di Alor

BACA JUGA : PMKRI Kupang Kutuk Tindakan Anggota DPRD TTS dan Minta Nasdem Pecat Hendrik Babys

BACA JUGA : Wajah ODGJ Bersimbah Darah, Kasat Reskrim Polres Belu Sedang Dalami Kasus

Kepercayaan yang diberikan kepada seorang Decky tentu berangkat dari rekam jejak pengalaman birokrasi yang diemban sebelumnya, seperti Kepala Bagian Hukum, jabatan Sekretaris disejumlah instansi, dan sejumlah jabatan bidang sebelumnya.

Bagi Decky, jabatan yang diberikan tersebut dengan penuh loyalitas sebagai abdi negara ia menerimanya, dan siap melaksanakan tugas yang dipercayakan oleh Pimpinan.
Terhitung dalam waktu bulan, sejumlah gebrakan atau terobosan dari instansi yang dinakhodai Decky tersebut mulai bergerak kearah perubahan, setidaknya menghadirkan fungsi perpustakaan dan kearsipan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan Pemerintah di Bumi Nusa Kenari atau julukan bagi Kabupaten Alor. Meski ia dan teman-temanya di Dinas tersebut memulai dengan berbagai keterbatasan, baik sarana-prasarana dan anggaran.

Decky yang ditemui di Kantornya, Jumat (20/3/2020) mengungkapkan, dirinya setelah mempelajari tupoksi dinas tersebut dan menjalani tugas yang diterimanya, ternyata instansi yang dipimpinnya sangat strategis karena lembaga ini bertugas untuk menginvestasikan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai pengejewentahan dari upaya untuk mensukseskan program daerah Alor Pintar dan program nasional gerakan literasi. Tugas berikutnya adalah upaya mengamankan dan menata dokumen administrasi pemerintahan dibidang kearsipan yang selama ini belum menjadi hal pokok dalam kegiatan pemerintah.

BACA JUGA : PMKRI Atambua Minta Polres Belu Serius Tangani Kasus Dugaan Penganiayaan ODGJ

BACA JUGA : Mahasiswa Asal Belu di Kota Kupang Jadi Mekanik Bengkel, Begini Ceritanya

BACA JUGA : Wajah ODGJ Babak Belur, Kasat Reskrim Polres Belu Sebut Terbentur Pick Up

Dirinya, jelas Decky, memulai tugasnya dengan melakukan evaluasi secara komprehensif, kemudian membangun tim kerja yang baik dan memberikan motivasi kepada rekan kerjanya untuk mulai bergerak. Administrasi ditata secara baik, mobil keliling perpustakaan yang rusak diperbaiki untuk difungsikan, menambah koleksi buku diperpustakaan, sosialisasi gemar membaca gencar dilakukan, membuka perpustakaan diwilayah kecamatan secara bertahap, dan mengkompilasikan keatsipan yang ada.

Alhasil, ungkap Decky, proses tidak mengkhianati hasil kerja. Bergerak perlahan, namun pasti. Dalammhitungan bulan, dari target pengunjung perpustakaan ditahun 2020 sebanyak 4.000 pengunjung baik yang datang membaca atau mencari buku di gedung perpustakaan maupun yang menikmati bacaan dari mobil keliling , saat ini sudah mencapai 2.500 pengunjung.

Decky optimis di akhir tahun jumlah pengunjung ini akan melampaui. Usaha ini Menurut Decky terus dilakukan hingga ke wilayah kecamatan. Untuk saat ini baru dibuka perpustakaan di 3 kecamatan, namun dirinya berobsesi dalam tahun ini semua kecamatan atau 17 kecamatan di Kabupaten Alor akan ada perpustakaan. Ini agar masyarakat dapat memanfaatkan perpustakaan yang ada untuk kebutuhan kerjanya.

BACA JUGA : Erwin Bau Target Renrua jadi Desa Tujuan Wisata di Kabupaten Belu

BACA JUGA : Video Bukti Penganiayaan Anak Pengusaha Terhadap ODGJ, Kasat Reskrim Polres Belu Sebut Akibat Benturan di Mobil Pikap

BACA JUGA : PMKRI Kupang Kutuk Tindakan Anggota DPRD TTS dan Minta Nasdem Pecat Hendrik Babys

“Buku-buku yang disiapkan di perpustakaan adalah buku sekolah dan buku umum. Tentu kita sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” tandas Decky.

Decky juga mengungkapkan, dirinya tengah berpikir untuk bisa menarik minat masyarakat untuk gemar datang membaca di gedung perpustakaan yang ada yang selama sepih dari pengunjung. Tentu dirinya akan mulai dengan penataan gedung yang menarik, memperbanyak koleksi buku, menggelar sejumlah kegiatan menarik, dan menata perpustakaan dengan sistem digital. Apalagi di Kabupaten Alor telah memiliki lebih dari satu Perguruan Tinggi.

Menurut Decky, ini merupakan mimpi besar dari dirinya, dan memang pekerjaan ini adalah pekerjaan besar, namun ini memiliki manfaat besar bagi masyarakat, sehingga tentu dirinya akan mendapat dukungan dari Pimpinannya, DPRD, dan masyarakat.
Untuk kearsipan sendiri, tambah Decky, sambil menunggu dukungan anggaran untuk penunjang gedung penyimpanan arsip, namun sejumlah kegiatan yang bisa dilakukan seperti penataan, kompilasi dan penarikan arsip tetap dilakukan.(osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.Com)

Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply