Camat Mataru Alor Minta Tim Teknis Periksa Kualitas Pembangunan Jalan Rp 2,8 Miliar

0
101
Camat Mataru Alor Minta Tim Teknis Periksa Kualitas Pembangunan Jalan Rp 2,8 Miliar
Camat Mataru, Soni Kaimat

TIMORDAILY.COM, ALOR – Camat Mataru, Soni Kaimat meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Alor untuk membentuk tim teknis guna melakukan pemeriksaan proyek pembangunan atau pekerjaan jalan di Desa Mataru Utara, Kecamatan Mataru yang menelan anggaran Rp 2,8 miliar yang bersumber dari dana APBN atau Kementerian Desa.

Pemeriksaan kualitas ini penting, sebab informasi yang ada pekerjaan jalan ini di bulan Desember 2019 belum mencapai 1 kilometer (km), dan sekarang dilanjutkan dalam keadaan musim hujan.

Soni kepada wartawan di Kalabahi, Selasa (24/3/2020) mengatakan, pihaknya sebagai Pemerintah Kecamatan mengetahui ada alokasi pekerjaan jalan dengan volume 3 Km dengan anggaran APBN di wilayahnya.

BACA JUGA : Sukses Tangani Corona, China Bagi Resep dengan Indonesia

BACA JUGA : Klaim Pantai Wisata Sabanjar Miliknya, Warga di Bali Somasi Pemkab Alor

BACA JUGA : Update Covid-19 di NTT ODP Bertambah 20 Orang Jadi 130 Orang, Kabupaten Belu Sudah 10 Orang

Namun secara teknis terkait dengan kualitas, ungkap Soni, itu bukan domainnya. Oleh karena itu secara teknis dari Pemerintah di Kabupaten melalui Dinas PU bentuk tim tekhnis untuk melakukan pemeriksaan.

Menurut Soni, pergumulan penting masyarakat di Mataru adalah soal infrastruktur atau jalan. Untuk itu jalan yang dibangun harus memiliki standar kualitas yang baik, sebab kondisi topografi atau medan di Mataru cukup berat.

“Kontraktor kerja selesai jalan. Apalagi kontraktor dari luar Alor. Tetapi apabila kualitasnya tidak baik, maka masyarakat dan pemerintah di wilayah yang susah, kapan lagi kita bisa dapat anggaran seperti itu,” tandas Soni.

Terkait dengan pembangunan jalan ini, sebelumnya salah seorang tim pengendali di Dinas PU Kabupaten Alor, Kris Painata yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, pihaknya tidak pada porsi pengawasan, dan pihaknya juga tidak terlalu mengetahui tentang dokumen proyek tersebut. Pasalnya PPK dan Pengawas langsung dari Kementerian dan Kontraktor dari Kupang.

Menurut Kris, jika tidak salah, seingatnya masa kontrak pekerjaan Lapen ini berakhir bulan Desember 2019, dan ketika dirinya pernah turun kelapangan tanggal 13 Desember 2019 volume pekerjaan belum mencapai 1 Km dari volume 3 Km.

Saat di lapangan juga, ungkap Kris, dirinya minta agar material yang digunakan harus melalui uji laboratorium.

Berkaitan dengan hal ini, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kabupaten Alor, Chris Djahila yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya hanya tahu bahwa ada pekerjaan dengan dana APBN di Mataru, namun secara detailnya tidak mengetahui.

Menurut Djahila, stafnya hanya ditempatkan sebagai pengendali bukan pengawas, sehingga tidak mengetahui perkembangan pekerjaan di lapangan.

Sementara itu berkaitan dengan pekerjaan jalan lapen, salah seorang praktisi pekerjaan jalan di Alor, Onit menjelaskan idealnya sebuah pekerjaan Lapen adaalah awalnya adalah lapisan sirtu kemudian digilas padat baru lapisan agregat, selanjutnya digilas sampai rata bagus baru crame. Alat untuk menggilas menggunakan vibro.

Material yang dipakai, jelasnya, batu pecah yang dipakai batu pecah bersih ukuran 3/5. Jika menggunakan batu yang kotor, maka tidak rekat dengan tanah.

Setelah hampar batu 3/5 kemudian digilas, lalu larikan aspal setelah itu hampar lagi batu 2/3 kemudian gilas lagi dan larikan aspal, berikutnya split batu ujuran 1/2 langsung digilas, baru tutup dengan aspal dengan ketebalannya 2 Cm, kemudian selanjutnya baru hampar pasir.

Ia menambahkan, ketebalan ideal antara sertu dan agregat adalah setinggi 15-20 Cm., dan pekerjaan jalan sesunguhnya tidak boleh dilakukan pada musim hujan, sebab daya rekatnya tidak kuat atau nanti cepat rusak.

Pelaksana Lapangan proyek ini, Viktor Tulle yang pernah dikonfirmasi wartawan di Kalabahi pada pertengahan Maret 2020 mengatakan kalau untuk hal teknis berkaitan dengan pekerjaan tersebut, dirinya akan menghadirkan tenaga teknisnya.

Namun hingga berita ini turun. Tenaga teknis proyek itu yang dijanjikan Pelakasana Lapangan untuk menjelaskan tidak ada kabar berita. (osm/TIMOR DAILY/TIMOR DAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply