Bupati dan Penjabat Sekda Belu “Kompak” Berseragam Dinas Hadiri Musda Golkar Sebagai Bakal Calon

0
60
Bupati dan Penjabat Sekda Belu Kompak Berseragam Dinas Hadiri Musda Golkar Sebagai Bakal Calon
Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Melki Laka Lena foto bersama para bakal calon bupati Belu usai acara pembukaan Musda ke X Partai Golkar Kabupaten Belu yang berlangsung di Gedung Betelalenok Atambua, Selasa (21/7/2020). foto by pos kupang

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA – Selain Kepala Dinas PUPR, Vincent Laka yang mengenakan atribut dinas pada Musda Partai Golkar Belu, Selasa (21/7/2020), Bupati Willy Lay dan Penjabat Sekda Belu Marsel Mau Meta juga melakukan hal yang sama.

Bupati dan Penjabat Sekda ini sama-sama hadir sebagai bakal calon bupati yang mendaftar di Partai Golkar. Tidak seperti Vincent Laka yang mengenakan atribut logo dinas, Bupati dan Penjabat Sekda ini “kompak” mengenakan seragam dinas keki lengkap dengan emblim ASN.

Dilansir pos kupang.com, Partai Golkar Kabupaten Belu menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) ke X tahun 2020 yang berlangsung di Gedung Betelalenok Atambua, Selasa (21/7/2020) siang.

Para bakal calon bupati Belu yang telah mendaftar di Partai Golkar turut diundang untuk menghadiri acara pembukaan Musda tersebut. Para bakal calon non kader Golkar yang hadir saat itu yakni, Willybrodus Lay, Agus Taolin, Apolinario Da Silva, Vincet K. Laka, Marsel Mau Meta dan Yoanetha Mesak.

Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Melki Laka Lena diawal sambutannya mengucapkan, selamat datang kepada para bakal calon bupati Belu yang telah mendaftar di Partai Golkar yang bersedia hadir dalam acara Musda.

Kehadiran para bakal calon bupati dalam acara Musda Golkar merupakan bagian dari komunikasi politik. Walaupun pada saatnya nanti keputusan partai hanya untuk satu orang calon namun sebagai bakal calon tetap membangun komunikasi politik. Politik tidak harus lawan terus menerus dan tegang. Tetapi sesekali bisa saling bertemu dan terus membangun komunikasi politik.

Menurut Melki, sampai hari ini DPP Golkar belum memutuskan siapa bakal calon bupati dan wakil bupati Belu yang akan diusung Partai Golkar, karena untuk Kabupaten Belu masih dilakukan survey. Di NTT baru lima kabupaten yang telah diputuskan oleh Partai Golkar yakni, Malaka, Sumba Barat, Sumba Timur dan Ngada.

Sedangkan, lima kabupaten lainnya temasuk Kabupaten Belu masih dilakukan survey elektabilitas para kandidat. Diperkirakan minggu pertama Agustus 2020, hasil survey sudah ada dan akan dibahas di tingkat DPP. Untuk keterbukaan dan lebih fer, hasil survey nanti akan disampaikan kepada seluruh bakal calon yang mendaftar.

Melki berharap, hasil survey nanti dapat diterima dengan baik dan keputusan DPP untuk mengusung calon siapa pun nanti harus dapat terima dengan jiwa besar.

“Kita berharap hasil survey nanti dapat diterima dengan baik oleh semua calon yang mendaftar dan keputusan partai untuk mengusung calon siapa saja, kita bisa menerima itu. Karena apa yang diputuskan partai kita siap laksanakan”, kata Melki yang juga Wakil Ketua Komisi IX DPR RI.

Lanjut Melki, para bakal calon yang mendaftar di partai golkar adalah orang-orang hebat dan dewasa dalam berpolitik. Bila kesempatan kali ini, Golkar belum mendukung, jangan cepat patah semangat, bisa saja giliran berikutnya mendukung. Karena sebagai bakal calon bupati atau wakil bupati pasti selalu bertemu dengan pimpinan partai.

“Bakal calon yang sudah mendaftar tapi belum mendapat dukungan dari partai jangan dulu patah semangat. Terus membangunan komunikasi. Kehadiran Bapak-Ibu semua adalah bagian dari kebersamaan kita. Saya yakin, para bakal calon yang hadir ini semuanya orang-orang hebat dan dewasa dalam berpolitik”, pungkas Melki.

Usai sambutan, Melki Laka Lena mengundang semua bakal calon untuk memukul gong secara bergantian sebagai tanda Musda dibuka. Giliran pertama adalah Melki Laka Lena dilanjutkan Willybrodus Lay, Agus Taolin, Apolinario Da Silva, Marsel Mau Meta, Yoanetha Mesak dan diakhiri Vincet K. Laka. (r-3/poskupang/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat