Bom Peninggalan Perang Ditemukan Warga Dekat Pelabuhan Atapupu, Perbatasan RI-RDTL

0
265

TIMORDAILY.COM,ATAMBUA-Sebuah bom ukuran besar peninggalan perang dunia II ditemukan warga Dusun Fatukaduak, Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Atapupu, Kabupaten Belu, NTT Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL.

Bom diduga aktif ditemukan oleh Berta Sila (43) warga dusun Fatukaduak, Desa Jenilu. Lokasi penemuan bom itu di Kelapa Dua pemukiman warga Buton dekat pelabuhan Atapupu pada Jumat (14/2/2020).

Bom berbobot kilogram ditemukan Berta Sila saat tengah mencari kayu bakar di kelapa dua dusun Fatukaduak tak jauh dari rumahnya sekitar jam 10 pagi.

Saat sedang mencari kayu bakar, tanpa sengaja dilihat ada benda besi besar dan aneh terkubur dalam tanah dengan posisi sirip (ekor,red) belakang berada diatas. Penasaran dengan benda temuan itu kembali kerumah dan menyampaikan ke tetangganya kalau dia menemukan sebuah benda besi besar terkubur dalam dalam tanah.

BACA JUGA : Dua Terduga Pelaku Klitih Diamankan Polda DIY

BACA JUGA : KPK Bentuk Tim Satgas untuk Buru Harun Masiku

BACA JUGA : Kejari Kalabahi Tahan Mantan Sekwan Alor

BACA JUGA : Koramil 1605-01 Atambua dan 06 Halilulik Suport Organisasi PSHT Bersihkan Lingkungan

Selanjutnya bersama tetangga kembali ke lokasi dan menggali benda itu dibawa ke rumahnya. Dirumah benda bulat itu sempat dibongkar namun tidak berhasil. Beruntung Matheus putra Berta sila lantas menegur jangan dibongkar karena itu bom. Saat mengetahui benda tersebut adalah bom maka warga pun melaporkan temuan itu ke pihak RT dan Desa Jenilu 15 Februari.

Hingga berita ini diturunkan, bom peninggalan perang dunia kedua diduga masih aktif itu belum diketahui merk atau jenisnya. Selain itu belum diketahui asal negara maupun tahun pembuatan lantaran badan bom telah karat.

Bom diduga aktif diperkirakan panjang sekitar satu meter dan berat 500 kg. Danramil Atapupu, Pasi Intel Kodim 1605/Belu dan Kapolsek Kakuluk Mesak yang berada di lokasi langsung mengamankan bom itu.

Warga sekitar lokasi temuan maupun wilayah desa tetangga dihimbau agar tidak mendekat sambil menunggu tim jihandak dari Brimob untuk melakukan evakuasi bom peninggalan perang dunia itu. (TIMORDAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Yan Bau