Belu Juara II Lomba Video Pasar Modern Covid-19 Kategori Kabupaten Tertinggal

0
56
Belu Juara II Lomba Video Pasar Modern Covid-19 Kategori Kabupaten Tertinggal
Belu Juara Dua Lomba Video Pasar Modern Covid 19 Kategori Daerah Tertinggal/ foto screenshoot livestreaming youtobe kemendagri

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA  – Kabupaten Belu meraih juara II dalam lomba video tentang inovasi daerah dalam tatanan normal baru yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Negeri) tahun 2020 untuk kategori daerah tertinggal.

Juara II yang diraih Kabupaten Belu ini hanya satu dari tujuh sektor yang diperlombakan yakni sektor Pasar Modern Covid-19.

Untuk kategori kabupaten tertinggal di sektor pasar modern ini, yang meraih juara pertama adalah Kabupaten Seram Bagian Barat dan juara ketiga diraih oleh Kabupaten Nias.

Selanjutnya untuk lomba video di sektor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) kategori kabupaten tertinggal, juara 1 oleh Kabupaten Nias, juara kedua oleh Kabupaten Seram Bagian Barat dan Juara 2 diraih Kabupaten Sumba Barat.

Pengumuman hasil lomba video ini diumumkan pada Senin (22/6/2020) yang disiarkan secara livestreaming melalui akun youtube kemendagri.

BACA JUGA : DPRD Belu Minta Pemda Segera Salurkan Dana JPS

BACA JUGA : Tagih Janji Penyelesaian Sengketa Pilkades, Masyarakat Rafae Geruduk Lagi Kantor PMD Belu

BACA JUGA : JT Ose Luan Wakili Bupati Dalam Sambutan Kunjungan Menkopolhukam dan Mendagri, Kabag Prokopim Belu Sebut Tidak Menyalahi Aturan

Mendagri Tito Karnavian dalam sambutannya sebelum pengumuman mengatakan, lomba video ini untuk tujuh sektor kehidupan yakni : pasar tradisional, pasar modern, hotel, restoran,tempat wisata, transportasi umum, dan pelayanan terpadu satu pintu.

Menurut Mendagri Tito, agar adil maka lomba diadakan dengan membagi empat klaster atau kategori yakni lomba antar provinsi, antar kota, antar kabupaten dan antar kabupaten perbatasan atau tertinggal.

“Semua pemda diminta membuat video dengan durasi maksimal 2 menit, yang menggambarkan protokol kesehatan dan simulasi di sektor yang dipertandingkan. Semua bebas ikut lomba bahkan bisa kirim di semua tujuh sektor tersebut,” ujarnya.

Dijelaskannya, agar lomba pembuatan video ini menarik, pemerintah pusat menyediakan hadiah kepada para pemenangnya  berupa dana insentif daerah (DID).

“Aspek penilaiannya meliputi tatanan yang sesuai aturan, serta kreatifitas dari para peserta,” ungkap Mendagri Tito.

Menurut Tito, DID dianggarkan oleh Kemenkeu sebesar Rp 168 miliar yang diperuntukkan kepada pemenang 1, pemenang 2 dan pemenang 3. Untuk pemenang 1, mendapatkan hadiah sebesar Rp 3 miliar, pemenang kedua mendapatkan Rp 2 miliar dan pemenang ketiga mendapatkan Rp 1 miliar.

“Sehingga total terdapat 84 pemenang terdiri atas juara 1,2 dan 3 untuk tujuh sektor kehidupan dan empat klaster pemda dengan total hadiah DID sebanyak Rp 168 miliar,” jelas Tito.

Nantinya, lanjut dia, video-video pemenang akan disosialisasikan ke publik melalui media massa termasuk media sosial sehingga dapat jadi model yang ditiru bagi pemda lain.

Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan yang dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Senin (22/06/2020) mengatakan, Pemda Belu berhasil meraih prestasi sebagai runner up dalam Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman COVID-19 tahun 2020.

Prestasi itu jelas Wabup Ose Luan didapat dari sektor pasar modern baik mall maupun minimarket.

“Kita runner up sektor pasar modern dan yang diajukan beberapa waktu itu. Kita ajukan pasar modern yakni Jabalmart Atambua. Jabalmart merupakan pasar modern yang menjalankan protokol kesehatan terkait COVID-19 dengan baik. Hasilnya kita raih prestasi itu,” ujarnya.

Disebutkan, awalnya Pemda Belu mengajukan dua sektor pasar yakni pasar tradisional dan pasar modern. Pasar tradisional yang diajukan yakni pasar baru, sedangkan pasar modern yakni Jabalmart Atambua.

“Luar biasa kita bisa raih juara dua,” ungkap Wabup Ose Luan.

Wabup Ose Luan mengungkapkan, meski waktu kerja terbatas dalam mengajukan dua pasar dalam lomba itu, namun raihan luar biasa. Padahal lomba ini melibatkan kabupaten/kota se-Indonesia.

“Sebenarnya ada tujuh sektor yang dilombakan, diantaranya pasar tradisional, pasar modern seperti mal atau minimarket dan supermarket, hotel, restoran, tempat pariwisata, transportasi umum, serta Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Tapi karena waktu kerja yang terbatas, maka hanya kirim dua sektor yang dilombakan. Kalau kita kirim juga plaza perizinan, pasti kita juara,” katanya.

Pada kesempatan itu, Wabup Ose Luan berterimakasih kepada Dinas Kominfo Belu yang telah bekerja keras untuk membuat dokumen untuk diajukan dalam lomba tersebut.

Wabup juga berterimakasih kepada manejemen Jabalmart dan masyarakat yang telah dan terus menjalankan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah daerah. (gus/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat