Begini Nasib Mahasiswa Asal Flores Timur di Yogyakarta Saat Pandemi Covid-19

0
86
Begini Nasib Mahasiswa Flores Timur di Yogyakarta Saat Pandemi Covid-19.
Albertus Marianus kopong K. Masan, salah satu mahasiswa asal Flores Timur yang sedang menempuh pendidikan di Kota Yogyakarta.

TIMORDAILY.COM, LARANTUKA-Rakyat hari ini terus dihadapkan dengan keresahan serta kepanikan akibat pandemi Covid-19.

Pandemi ini juga berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat di berbagai sektor, seperti buruh, petani, serta pemuda mahasiswa.

Albertus Marianus kopong
K. Masan, salah satu mahasiswa asal Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sedang mengenyam pendidikan di Yogyakarta kepada TimorDaily.com, Senin (18/5/2020) menceritakan hidupnya di tengah pandemi Covid-19.

BACA JUGA : Aktivis Perempuan Sorot Kunjungan Gubernur NTT ke Pubabu Timor Tengah Selatan

BACA JUGA : FMN Cabang Kupang Mengecam Tindakan Penggusuran Pemprov NTT Terhadap Masyarakat Adat Pubabu

BACA JUGA : Vaksin yang Ditemukan China Bakal Jadi Milik Global untuk Perang Lawan Covid-19

Masan mengatakan, akibat pandemi ini uang kiriman setiap bulan menurun drastis. Ditambah, kebijakan kampus dengan sistem kuliah online tanpa pemotongan biaya kuliah.

Dikatakan Masan, situasi ini membuat mahasiswa sangat terdesak. Pasalnya, selain membayar uang kuliah ada juga biaya tambahan untuk mengerjakan tugas-tugas kampus.

“Karena di tengah situasi ini para mahasiswa harus membutuhkan biaya tambahan lagi untuk mengerjakan tugas-tugas kampus,” ujar Masan saat dihubungi TimorDaily.com dari Flores Timur, Senin (18/5/2020).

Masan mengungkapkan, dirinya sangat kecewa dengan pemerintah kabupaten Flores Timur yang sampai dengan saat ini belum memberikan bantuan apa-apa untuk para mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Kota Yogyakarta.

BACA JUGA : Tengkulak Beroperasi, Harga Komoditi Petani di Pasar Baiona Flores Timur Mencekik

BACA JUGA : Pandemi Covid19-Angka Kehamilan di Belu Capai 696, Tertinggi di Atambua Barat

BACA JUGA : Menlu Iran Tegur Amerika Serikat untuk Tidak Kerahkan Angkatan ke Karibia

Dia menilai, pemerintah seolah membiarkan anak muda yang menempuh pendidikan di luar NTT untuk berjuang sendiri di tengah pandemi Covid-19.

Masan Menandaskan, persoalan pandemi ini adalah persoalan rakyat. Negara harus hadir memberikan kebijakan yang solutif pada rakyat bukan sebaliknya membiarkan tanpa diperhatikan.

“Sehingga harapannya pemerintah Indonesia, khususnya Flores Timur harus secara serius dan secepatnya merespon nasib pemuda mahasiswa yang hari ini menempuh pendidikan di luar NTT,” tegas Masan.(pib/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat