Bea Cukai Atambua Amankan Kapal Berisi 5 Ton Sampah Plastik Asal Timor Leste di Selat Ombai Perairan Batas RI-RDTL

0
65
Bea Cukai Atambua Amankan Kapal Berisi 5 Ton Sampah Plastik Asal Timor Leste di Selat Ombai Perairan Batas RI-RDTL
(dok. istimewa) kapal pengangkut sampah plastik diamankan petugas Bea Cukai Atambua

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA – Petugas patroli laut Bea Cukai Atambua kembali mengamankan satu unit Kapal KLM Berkat Utama GT 157 yang mengangkut sekitar 5 ton sampah plastik berupa skrap galon air minum di perairan Selat Ombai perbatasan RI-RDTL.

Diduga kapal berisi limbah plastik dari wilayah Timor Leste akan diselundupkan ke Indonesia melalui jalur perairan ditangkap tim patroli laut Bea Cukai Atambua Operasi jaring Wallacea menggunakan Kapal patroli 30003 saat Kapal KLM Berkat Utama melintasi perairan Selat Ombai.

BACA JUGA : Oknum Pol PP Belu Batalkan Pleno Hasil Pilkades Rafae dan Sebut Atas Perintah Bupati

BACA JUGA : Masyarakat Malaka Mengeluh Minimnya Pemasaran Hasil Panen Bawang Merah

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Tipe Madya Pabean B Atambua, Syaefudin membenarkan penangkapan kapal yang memuat 1 Nahkoda dan 6 ABK pada hari Selasa tanggal 08 Oktober 2019 sekitar pukul 01: 30 dini hari waktu setempat.

“Saat diperiksa tim dalam kapal ditemukan limbah plastik 16.108 Pcs galon air minum yang sudah di potong-potong. Awalnya kapal itu dari Indonesia ke Timor Leste kemudian balik dari Timor Leste menuju Indonesia melalui jalur Alor dan ditangkap di selat Ombai,” urai dia.

Bea Cukai Atambua Amankan Kapal Berisi 5 Ton Sampah Plastik Asal Timor Leste di Selat Ombai Perairan Batas RI-RDTL
(dok. istimewa) limbah plastik

Dikatakan, pihaknya sementara masih melakukan proses penyidikan untuk detail. Selesai penindakan terhadap barang bukti langsung diamankan petugas ke KPPBC Tipe Madya Pabean B Atambua, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua guna proses lebih lanjut.

“Untuk perkembangan lebih lanjut saat ini saksi-saksi telah diperiksa dan sementara menunggu berkas penyidikan,” ujar Syaefudin.

Masih menurut dia, wilayah perairan di perbatasan Indonesia dan Timor Leste sangat rawan terhadap penyelundupan yang bisa dijadikan daerah transit. Hal itu menjadi perhatian serius bagi pihaknya dan fokus menjaga Perbatasan Negara melalui pengawasan dengan rutin melakukan patroli laut.

“Kepada warga agar tidak mencoba melakukan penyelundupan karena melanggar hukum. Pihaknya juga mengharapkan dukungan dari semua unsur elemen dalam menindak aksi penyelundupan illegal di wilayah perbatasan,” pinta Syaefudin. (yan/TIMORDAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Yan Bau

Leave a Reply