Bareskrim Polri Diminta Ambil Alih Penanganan Kasus Kematian Tidak Wajar Warga dari Polda NTT

0
97
TPDI Menduga Pejabat Polda NTT Salahgunakan Otopsi dan Hasil Penyidikan Kasus Kematian Anselmus Wora Demi SP3
Koordinator TPDI Petrus Selestinus

TIMORDAILY.COM, JAKARTA – Bareskrim Mabes Polri diminta untuk mengambil alih penanganan kasus kematian tidak wajar beberapa warga NTT yang selama ini terkatung-katung penanganannya baik di Polda NTT maupun beberapa Polres di wilayah hukum Polda NTT.

Permintaan ini disampaikan Koordinator TPDI, Petrus Selestinus melalui release yang diterima timordaily.com baru-baru ini.

Menurut Selestinus, permintaan untuk pengambil alihan kasus-kasus tersebut karena aparat Kepolisian Polda NTT dan di sejumlah Polres di NTT tidak serius menangani kasus kematian tidak wajar yang diduga sebagai akibat pembunuhan dan penganiayaan.

BACA JUGA : Petrus Selestinus, dari Tekad Membuat Undang-Undang hingga Paumere

BACA JUGA : Pimpin Komisi III DPR RI, Herman Herry Disebut TPDI Punya Prestasi Membanggakan

BACA JUGA : Dampak Dasyat Tsunami Harun Masiku – Irjen Pol Ronny Sompie Korban Konflik Kepentingan Akut Yasona Laoly

Selestinus menyebutkan, beberapa kasus kematian tidak wajar di wilayah hukum Polda NTT antara lain  almarhum Nimrod Tamane, ditemukan mati tidak wajar tanggal 28 Oktober 2018,  almarhum Anselmus Wora, ditemukan mati tidak wajar di Pulau Ende tanggal 28 Oktober 2019,

Berikutnya almarhum Markus Nula, ditemukan mati tidak wajar 11 Desember 2019, di Aesesa, Nagekeo, alm. Herkulanus Uskono dan Michael Alhans, di Kabupaten TTU, namun tidak ditangani secara serius oleh Polda NTT.

“Masyarakat tentu kecewa dengan kondisi ini, padahal ketika Polda NTT pada 4 April 2017 dinaikan statusnya dari type B menjadi type A, dimana Kapolda NTT harus dipimpin oleh seeorang Irjen Polisi atau bintang dua, maka kenaikan type A ini sangat menggembirakan publik NTT karena kenaikan type A diharapkan membawa perubahan dalam kualitas pelayanan masyarakat sebagai wujud dari program Kapolri menjadikan Polisi Indonesia menjadi Polisi PROMOTER,” ujar Selestinus yang juga  Advokad Peradi ini.

Kenyataannya, demikian Selestinus, meskipun kenaikan ke type A disertai dengan naiknya pangkat pimpinan Polda, fasilitas bertambah, gaji dan tunjangan ikut dinaikan dengan segala kemudahan akses dalam bertugas serta anggaran ditingkatkan, namun tidak berdampak banyak pada aspek peningkatan mutu pelayanan keadilan bagi warga NTT. Etos kerja yang diperlihatkan tidak linear dengan kenaikan type A dan fasilitas yang serba memadai yang dinikmati Polda NTT.

Selestinus menegaskan, berbagai permasalahan hukum dan kamtibmas yang terjadi di tengah masyarakat kebanyakan tidak tertangani dengan baik, ada kesan Polisi kerja asal-asalan.

“Inilah yang membuat masyarakat kecewa berat terhadap Polisi bahkan untuk penanganan kematian tidak wajar almarhum Anselmus Wora dan lainya di NTT saat ini GARDA NTT di Jakarta minta agar BARESKRIM  MABES POLRI segera mengambialih penanganannya dan Kapoldanya dicopot,” pungkasnya. (r-1/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

 

Leave a Reply