Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Belu Sebut Apin Saka Hanya Diminta Klarifikasi

0
55
Badan Kehormatan DPRD Belu Panggil Anggota Fraksi Demokrat Frans Xaver Saka
Anggota DPRD Belu, Frans Xaver Saka.

TIMORDAILY. COM, ATAMBUA-Anggota DPRD Kabupaten Belu Frans Xaver Saka dimintai klarifikasi terkait pernyataannya di media online yang menyatakan dirinya tidak melakukan reses.

Hal ini yang disampaikan Anggota Badan Kehormatan Dewan Kabupaten Belu, Agustinus Pinto kepada TimorDaily.com, Rabu (13/5/2020) melalui sambungan telefon.

Pinto mengatakan, dalam klarifikasi tersebut ada beberapa point, yaitu bahwa Anggota DPRD Frans Xaver Saka tidak melakukan wawancara namun hanya menjawab pertanyaan dari wartawan bahwa dirinya tidak melakukan reses, dan dalam klarifikasi itu juga yang bersangkutan melakukan reses.

BACA JUGA : Persiapan Beroperasi Bandara Kabir di Kabupaten Alor Terus Dilakukan

BACA JUGA : Pasien Covid-19 di Kupang yang Meninggal Berinteraksi Dengan 28 Orang dan Belum Diperiksa

BACA JUGA : Badan Kehormatan DPRD Belu Panggil Anggota Fraksi Demokrat Frans Xaver Saka

“Memang dalam klarifikasi itu beliau sudah melakukan reses dan juga beliau tidak melakukan wawancara dan hanya menjawab pertanyaan dari wartawan seperti itu dan sebenarnya tidak ada masalah apa-apa,” ungkap Pito.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, reses merupakan kewajiban DPRD yang harus dilaksanakan karena merupakan amanat undang-undang, sehingga tidak ada alasan apabila seorang DPRD tidak melakukan reses.

“Yang jelas dia sebagai Anggota DPRD tugas-tugas salah satunya reses, kalau tidak reses berarti dia punya Pokir (pokok pikiran) tidak ada berarti Pokirnya itu diragukan. Tugas utama Anggota DPRD itukan salah satunya turun ke lapangan menjaring aspirasi lalu dia membuat Pokir dari hasil reses itu,” jelas Pinto.

Selain itu Ia juga menambahkan terkait persoalan klarifikasi Anggota DPRD Frans Xaver Saka sudah selesai dan hasil klarifikasi bahwa yang bersangkutan telah melakukan Reses. Hasil reses tersebut telah termuat dalam Pokok Pikiran (Pokir) dan telah diserahkan ke Sekretariat DPRD Kabupaten Belu.

BACA JUGA : Jokowi Tetapkan Belu Sebagai Daerah Tertinggal Tahun 2015 dan 2020, Ada Apa?  

BACA JUGA : Gempa Magnitudo 4,3 Guncang Malaka, Warga Panik Berhamburan

BACA JUGA : Dugaan Korupsi Pembangunan SMP Pailawang Kabupaten Alor, 14 Saksi Telah Diperiksa

Sedangkan secara terpisah Anggota DPRD Frans Xaver Saka yang dihubungi media ini mengatakan, pemanggilan terhadap dirinya sudah dilakukan sekitar dua minggu yang lalu.

Sementara surat yang diterimanya pada hari Selasa tanggal 11 Mei merupakan Surat Berita Acara Klarifikasi.

“Kalau panggilan sudah sekitar dua minggu yang lalu. Kemarin itu berita acara Klarifikasi,” ungkap Frans Xaver Saka.

Namun anggota DPRD yang akrab disapa Apin Saka ini enggan membeberkan isi dari surat berita acara klarifikasi tersebut.

“Nanti kalau bisa tanya langsung ke ketua atau anggota BK (Badan Kehormatan)(Ino/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat