Air Bersih Menjadi Keluhan Warga Kalabahi Dalam Reses Anggota DPRD Partai Berkarya

0
35
Air Bersih Menjadi Keluhan Warga Kalabahi Dalam Reses Anggota DPRD Partai Berkarya
Anggota DPRD Alor dari Partai Berkarya, Alexander Sirituka (baju tenun) menyerahkan bantuan megaphone kepada Lurah Kalabahi Tengah untuk diteruskan kepada Ketua RT untuk memperlancar tugas.

TIMORDAILY.COM, ALOR-Kebutuhan air bersih menjadi keluhan warga Kota Kalabahi, seperti di Kelurahan Mutiara dan Kalabahi Tengah, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor.

Pelayanan air PDAM yang tidak lancar menjadi sorotan tajam warga dalam kegiatan reses anggota DPRD Alor dari Partai Berkarya Daerah Pemilihan (Dapil) I, Alexander Sirituka.

Kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Alor, Alexander Sirituka ini berlangsung pada Rabu (18/6/2020) dan Kamis (19/6/2020) di Kota Kalabahi di RT.08 Kelurahan Mutiara dan RT.13 Kelurahan Kalabahi Tengah.

BACA JUGA : Marianus Kaat “Membuka Diri” Bertarung di Pilkada Alor

BACA JUGA : Bupati Alor Minta Kawal Dana Covid Rp 8,2 M, Begini Penjelasan Kadinkes

BACA JUGA : Kasus Dugaan Korupsi SMK Kayang-Alor, Tersangka Minta Perlindungan Hukum Kajari

Air Bersih Menjadi Keluhan Warga Kalabahi Dalam Reses Anggota DPRD Partai Berkarya
Warga yang hadir dalam reses Anggota DPRD Alor dari Partai Berkarya, Alexander Sirituka. Protokol kesehatan tetap dipatuhi.

Sirituka kepada Timor Daily, Minggu (21/6/2020) mengatakan, warga pada umumnya mengeluh tentang pelayanan PDAM dalam pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Menurut Sirituka, masyarakat mengalami kesulitan air bersih, karena air dari PDAM tidak lancar dan ini sudah dialami warga cukup lama.

“Kalau warga yang ada uang dapat pesan tangki air. Tetapi warga yang pendapatan pas-pasan tentu hal ini menjadi keprihatinan,” ungkap Sirituka.

Sirituka mengatakan, aspirasi masyarakat telah dicatat secara baik untuk disampaikan dalam rapat guna mendapatkan solusi dalam membantu kebutuhan masyarakat berkaitan dengan krisis air bersih tersebut.

“Kita tentu akan menyampaikan keluhan warga ini ke Pemerintah dalam hal ini PDAM agar dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Masalahnya dimana sehingga masyarakat mengeluh akan air bersih. Selain minta PDAM, mungkin juga kita bisa intervensi melalui pokir untuk sumur bor,” jelas Sirituka sambil mengatakan dana pokirnya dimusim sebelumnya dialokasikan juga untuk menggali dua sumur bor di Kelurahan Nusa Kenari.

Selain keluhan tentang kebutuhan air PDAM, kata Sirituka, masyarakat juga mengusulkan untuk perbaikan jalan kabupaten di lingkungan, pembangunan jalan setapak, drainase dan penerangan.

Hal berikutnya masyarakat mempertanyakan soal kenaikan Pajak PBB.
Sirituka menandaskan, apa yang disampaikan masyarakat tersebut merupakan kondisi fakta yang semua kita tahu. Misalnya tentang kerusakan jalan di Mutiara. Kondisi jalan tersebut sudah cukup lama belum tersentuh perbaikan.
Demikian pula, lanjut Sirituka, untuk lampu penerangan jalan ditemukan disejumlah tempat belum terpasang, kalau pun sudah terpasang ada yang sudah rusak.

BACA JUGA : Kasus Dugaan Korupsi SMK Kayang, Polisi Konfrontir Kadis Pendidikan Alor dan Tersangka

BACA JUGA : Antri, Proses Penyelidikan Dana Desa di Reskrim Polres Alor

BACA JUGA : Pandemi Covid-19, Polres Alor Buka Pengaduan Penyaluran Bantuan Sosial

Air Bersih Menjadi Keluhan Warga Kalabahi Dalam Reses Anggota DPRD Partai Berkarya
Sumur bor melalui pokir dari Anggota DPRD Alor dari Partai Berkarya, Alexander Sirituka di Kelurahan Nusa Kenari.

“Kalau untuk pembangunan jalan rusak atau drainase, tentu sudah masuk dalam tata kota. Sementara kalau bicara soal air bersih atau jalan setapak, lampu jalan di lingkungan kelurahan bisa disiasati dengan dana pokir,” jelas Sirituka.

Sirituka menegaskan, usulan masyarakat yang ada tentunya akan dilihat skala prioritas dengan membangun koordinasi bersama pemerintah. Sementara yang bisa diintervensi dengan pokir tentu akan berjalan sesuai mekanismenya.

“Contohnya reses di musim kali lalu dengan menggunakan pokir saya, sejumlah kegiatan dijalankan, antara lain sumur bor , lampu jalan di sejumlah titik, bantuan perumahan 15 unit, dan bantuan alat pertukangan,” Sirituka menambahkan.(osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat