7 Hari Menghilang Usai Loncat dari KM Sirimau, Pencarian Terhadap Bria Seran Dihentikan

0
163
7 Hari Menghilang Usai Loncat dari KM Sirimau, Pencarian Terhadap Bria Seran Dihentikan
7 Hari Menghilang Usai Loncat dari KM Sirimau, Pencarian Terhadap Bria Seran Dihentikan

TIMORDAILY.COM, ALOR – Kantor SAR (Kansar) Maumere tetap melakukan pemantauan terhadap korban hilang Yohanes Bria Seran yang loncat dari KM Sirimau di Perairan Alor, meski operasi pencarian telah ditutup.

Kansar Maumere pastikan kesiapan evakuasi bila ada informasi tentang penemuan korban.

Demikian penyampaian Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere, I Putu Sudayana, SE, M.AP melalui press release Kansar Maumere yang dikirim ke Timor Daily, Selasa (5/11/2019).

Sudayana mengatakan, operasi SAR terhadap kecelakaan pelayaran penumpang yang melompat dari KM Sirimau di Perairan utara Pulau Alor telah memasuki hari ke-7.

Pada hari ke-7 (tanggal 4/11/2019) operasi SAR dilaksanakan pemantauan dengan potensi yang ada di lokasi sekitar. Namun hasilnya hingga pukul 18.00 nihil.

Menurut Sudayana, sesuai dengan UU No.29 tahun 2014, dalam operasi pencarian selama satu minggu, jika memang tidak ada tanda-tanda yang signifikan korban ditemukan ditambah hasil evaluasi dari SAR Mission Coordinator (SMC) dan potensi dilapangan dipandang tidak efektif dan efesien, maka operasi SAR diusulkan tutup.

Untuk itu, pada pukul 18.00 wita operasi SAR terhadap korban hilang Yohanes Bria Seran diusulkan tutup ke Basarnas Command Center (BCC).

Kendati demikian, Sudayana menegaskan, pihaknya tetap melakukan kegiatan pemantauan dan dipastikan tim SAR akan melakukan kesiapan evakuasi bila ada informasi penemuan korban.

“Saya selaku SMC (SAR Mission Coordinator) menyampaikan banyak terimakasih kepada seluruh potensi SAR hingga hari ke-7 pencarian atas dukungan moril, materil yang diberikan oleh potensi SAR yang ada di Kabupaten Alor, yakni Polair, Pos TNI AL, KSOP, BPBD, PT. PELNI, masyarakat dan nelayan,” ungkap Sudayana.

Untuk diketahui, sebelumnya diberitakan, salah satu orang penumpang KM Sirimau atas nama Yohanes Bria Seran asal Malaka yang beralamat di Kutai Kertanegara, Propinsi Kalimantan Barat melompat dari atas KM Sirimau di perairan laut Alor pada tanggal 29 Oktober 2019 lalu. (osm/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Fredrikus R. Bau