570 Ekor Babi di Belu Perbatasan RI-RDTL Mati, Dinas Peternakan Belum Tahu Penyebabnya

0
106
570 Ekor Babi di Belu Perbatasan RI-RDTL Mati, Dinas Peternakan Belum Tahu Penyebabnya
Ilustasi Babi

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA – Ternak babi di wilayah Kabupaten Belu Perbatasan RI-RDTL mati mendadak akhir-akhir ini namun pihak otoritas dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Belu melalui instansi teknis belum mengetahui penyebabnya secara pasti.

Berdasarkan data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kabupaten Belu, hingga Senin (24/2/2020), jumlah babi yang mati mencapai 570 ekor.

“Sesuai pendataan oleh petugas kami di lapangan jumlah yang mati 570 ekor,” ungkap Kepala Dinas PKH Kabupaten Belu, Nikolaus Umbu K. Birri saat dihubungi Senin (24/02/2020).

Data 570 ekor babi mati yang sudah terdata ini, lanjutnya, belum termasuk yang belum dilaporkan atau yang sudah dipotong.

BACA JUGA : Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Kreatif Mart di Belu Perbatasan RI-RDTL

BACA JUGA : Kepala SD di Kabupaten Belu Perbatasan RI-RDTL Wajib Libatkan Semua Guru Saat Bikin RKA

BACA JUGA : Pilkada Belu 2020 – Ini Partai Politik yang Disinyalir Usung Paket GEMA

Lebih lanjut Nikolaus menyebutkan, meski sudah ratusan ekor babi yang mati, pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebabnya karena masih harus menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel yang telah dikirim ke pusat.

“Hasil lab belum diinfokan dari pusat kepada kami lewat propinsi,” ujar Nikolaus.

Saat ini untuk melakukan tindakan penyelamatan terhadap babi-babi yang masih hidup, kata dia, Bupati Belu telah mengeluarkan dua kali instruksi tentang larangan-larangan keluar masuk babi di Kabupaten Belu dan pembersihan kandang babi.

“Fokus kami sekarang pada penyelamatan ternak babi yang masih sehat,” tulisnya.

Untuk diketahui sebelumnya, Kepala Dinas PKH Kabupaten Belu, Nikolaus Umbu K. Birri kepada media ini mengatakan, kasus kematian babi di wilayah Kabupaten Belu Karena terserang kolera atau yang biasa dikenal demam babi.

“Gejala yang kita lihat di lapangan kematian babi ini lebih mengarah pada kolera atau Demam Babi yang biasa,” jelasnya saat ditanyai TIMORDAILY.COM di Atambua Selasa (4/2/2020).

Meski demikian, Kadis Nikolaus mengatakan, untuk lebih memastikan virus yang menyebabkan kematian ternak babi di Kabupaten Belu pihaknya telah mengirimkan sampel untuk diperiksa di Balai Besar Veteriner di Bali.

“Kemarin Kita sudah kirim 20  sampel  darah ke Balai Besar veteriner di Bali untuk memastikan ada virus atau tidak,” ujarnya. (Ino/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

Leave a Reply