24 Warga Perbatasan RI-RDTL Masuk Kategori ODP, Ini Langkah yang Dilakukan Pemda Belu

0
87

TIMORDAILY.COM, ATAMBUA – Mengantinsipasi Penyebaran Virus Corona atau Covid – 19 Pemda Belu melalui Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid -19 merilis data terkait Orang dengan Pengawasan (ODP) di Kabupaten Belu.

Data yang dirilis Gugus Tugas penyebaran Covid – 19 terkait Orang yang dalam beberapa hari terakhir melakukan perjalanan yakni yang didata sebanyak 353 orang, yang masuk dalam Kategori ODP sebanyak 24 orang, PDP 0 dan positif corona 0.

“Total 24 orang ODP,PDP Nol, Positif Nol,” sebut Bupati Belu Willybrodus Lay yang juga merupakan Ketua Gugus tugas percepatan Penanggulangan Covid -19 saat menggelar jumpa Pers bersama awak Media di Aula Dinas Kesehatan Selasa (31/03/2020).

Dikatakannnya, saat ini langkah-langkah yang diambil yakni mendata semua dokter yang ada di Kabupaten Belu yang mana diperoleh jumlah dokter di kabupaten Belu saat ini berjumlah 27 orang yang tersebar di Kabupaten Belu.

“Langkah-langkah saat ini yakni mendata semua dokter di kabupaten Belu,ada 27 dokter di Kabupayen Belu,” ujar Bupati Belu Willy Lay.

Selain itu lanjut Bupati Willy, RSUD Atambua sebagai salah satu Rumah sakit Rujukan sehingga Perlu adanya persiapan baik terkait dengan ruangan Isolasi maupun terkait APD  dalam penanganan Covid -19.

“Rumah Sakit Umum sebagai rumah sakit Rujukan,saat ini sudah disiapkan Ruang Isolasi dan ada 11 tempat tidur yang disiapkan,” ujar Bupati Lay.

Selain di RSUD Persiapan tempat Tidur untuk Pasien Covid -19 juga disiapkan di Pelabuhan sebanyak 20 buah sehingga persiapan tempat tidur total sebanyak 31 buah.

Untuk itu saat ini Pemda Belu bilang Lay telah menyiapkan anggaran Kurang lebih 15 M yang di potong dari anggaran perjalanan Dinas maupun anggaran-anggaran lainnya.
“Pemda belu telah menggeser uang Perjalanan Dinas dan lain-lain sebanyak kurang lebih 15 M,” bilang Bupati Willy Lay.

Lebih lanjut Bupati Belu Ini menghimbau agar masyarakat mengikuti anjuran Pemerintah agar menjalankan Physical distancing, Masyarakat dimintah agar sebisa mungkin agar menahan diri untuk tidak berkumpul atau saling berkunjung demi mencegah penyebaran virus Covid – 19

“Kita harus ikuti saran pemerintah Kalau tidak ada keperluan mendesak tidak usah bertemu kalau bisa telepon saja,” imbau Bupati Willy Lay.

Sementara itu Dandim 1605/Belu, Letkol (Inf) Ari Dwi Nugroho mengatakan Pihaknya saat ini sementara melakukan pendataan terhadap warga yang beberapa hari terakhir melakukan perjalanan ke Wilayah Kabupaten Belu serta mengawasinya.

“Saya sampaikan agar penanganan harus serius,kami dari korem saat ini melakukan pendataan pelaku yang baru datang ke kabupaten Belu,” ijar Nugroho.

Selain itu lanjut Nugroho sebagai wilayah perbatasan pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap jalur-jalur tikus pelintas yang ada di wilayah kabupaten Belu,”Pelintas di jalur tikus akan dipantau,” ujarnya.

Lebih lanjut bilang Nugroho, untuk wilayah perbatasan Sendiri sudah ada instruksi dari Danrem untuk personil Satgas agar melaksanakan sosialisasi dan pencegahan terhadap pelintas Ilegal.

Pada kesempatan itu juga Nugroho Memintah Agar media harus turut serta berperan dalam memberika Informasi terkait keberadaan Cal Center penanganan Covid -19 kepada masyarakat.

“kKita membutuhkan media agar mensosialisasukan Cal Center ini kepada masyarakat,” tutup Nugroho.

Untuk diketahui hadir dalam Jumpa Pers Terkait Percepatan penanganan Covid – 19 di Kabupaten Belu Yakni Bupati Belu, Dandim Belu, Kapolres Belu, Ketua Kejaksaan Negeri Atambua, Kadis Kesehatan Kabupaten Belu, Direktur RSUD Atambua dan Kominfo Kabupaten Belu serta para awak media. (Ino/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat