Covid-19 di Timor Leste – Pemerintah Berlakukan Keadaan Darurat Nasional, 4 WNI Dikarantina di Hotel Audian

2
146
Covid-19 di Timor Leste - Pemerintah Berlakukan Keadaan Darurat Nasional, 4 WNI Dikarantina di Hotel Audian
Laman FB KBRI Dili

TIMORDAILY.COM, DILI – Mengantisipasi penyebaran coronavirus disease 2019 atau covid-19, Pemerintah Negara Republic Demokratic Timor Leste (RDTL) memberlakukan keadaan darurat nasional atau state of emergency.

Pemberlakuan keadaan darurat ini selama satu bulan ke depan terhitung Sabtu (28/3/2020) hingga tanggal 26 April 2020 mendatang.

Sementara itu, empat orang warga negara indonesia (WNI) yang sedang berada di negara bekas provinsi ke 27 RI tersebut menjalani karantina wajib di Hotel Audian.

BACA JUGA : Cegah Covid-19, Singapura Bakal Penjarakan Warga yang Langgar Aturan Jaga Jarak

BACA JUGA : Pasien Corona yang Sembuh di Wuhan Dinyatakan Positif Lagi

BACA JUGA : Salip China, Kasus Positif Corona Terbanyak Ada di Amerika

Demikian informasi yang disampaikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dili pada laman Facebooknya.

Adapun data Perkembangan COVID-19 di Timor-Leste per tanggal 28 Maret 2020 antara lain, sebanyak 851 orang dikarantina, satu orang dinyatakan positif.

“WNI Terinfeksi 0 orang. Hingga saat ini terdapat 4 org WNI yang di Karantina Wajib di Hotel Audian. KBRI Dili sudah menghubungi mereka, dan ke-4 WNI tersebut dalam kondisi yg sehat,” tulis KBRI.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa Pemerintah Timor Leste telah memberlakukan State of Emergency mulai tanggal 28 Maret 2020, pukul 00.00 WIT, selama 1 Bulan sampai dengan 26 April 2020.

KBRI menyebutkan, beberapa hal yang perlu dicatat terkait pemberlakuan state of emergency ini antara lain :

1. Transportasi Publik di TL dihentikan;

2. Penerbangan Citilink dan Sriwijaya (Denpasar -Dili) dihentikan selama 1 bulan; Travel Jalur Darat Timor-Leste – Prov. NTT juga telah berhenti beroperasi;

3. Toko dan pasar tetap buka, namun masyarakat harus mengenakan masker dan melakukan physical distancing serta mencuci tangan di tempat yg disediakan;

4. Aparat Kepolisian dan Militer akan berjaga untuk memastikan tidak ada perkumpulan massa, seperti perkumpulan lebih dari 5 orang, pesta, upacara pekuburan, dll;

5. Sekolah dan berbagai kegiatan pendidikan telah diliburkan sejak 24 Maret 2020 sampai masa State of Emergency berakhir;

6. Jam Operasional PLBN dibatasi menjadi jam 10.00 – 12.00 Waktu Timor-Leste;

7. Jumlah PNS TL yang bekerja di Kementerian/Lembaga TL sudah mulai dikurangi, dan memberlakukan skema Work From Home;

8. Selama masa State of Emergency (sd 26 April 2020) seluruh Perizinan, Visa, Izin Tinggal Resident, dan Dokumen Administratif lainnya akan tetap berlaku meskipun melewati tanggal habis berlaku dokumen tsb (expired).

“Demikian disampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih,” tulis Eka Mauboy atas nama PF Protkons, KBRI DILI pada laman Facebook KBRI Dili. (r-1/TIMOR DAILY/TIMORDAILY.COM)

Editor : Gusti Arakat

 

2 COMMENTS

Leave a Reply